Sejak memasuki masa pandemi covid-19, pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka berubah menjadi online. Hal ini bahkan berlanjut sampai memasuki masa new normal. Pelaksanaan kelas online memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Kondisi tersebut memunculkan tantangan bagi guru untuk mengelola kelas online dengan berbagai cara agar pelaksanaan pembelajaran tetap optimal. Lalu bagaimana mengelola kelas online agar tetap optimal? Berikut beberapa tips dalam optimalisasi kelas online yang dapat dilakukan oleh guru
1. Pilih tools yang tepat untuk pembelajaran

Tentukan tools yang tepat digunakan dalam pembelajaran. Jangan lupa untuk mempelajari dengan seksama setiap tools yang akan digunakan agar bisa maksimal. Penggunaan tools yang tepat dapat membantu pembelajaran lebih terorganisir dan mudah mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Misalnya pemilihan dalam kapan menggunakan LMS, google meet, zoom meeting atau platform lainnya.
2. Proaktif dalam course
Guru perlu menerapkan manajemen dalam course. Setiap pengiriman tugas maupun tenggat waktu perlu dikelola dan dipantau oleh guru. Kegiatan tersebut akan membantu optimalisasi dalam pembelajaran online.
3. Memantau pemahaman siswa lewat feedback
Dalam pembelajaran luring, feedback siswa dapat dilihat dengan mudah. Namun, dalam pembelajaran online cukup sulit untuk dilihat. Apalagi dalam pembelajaran online potensi fokus siswa dalam pembelajaran sangat mudah terkena distraksi. Andrew Martin ( Profesor Psikologi Pendidikan Universitas New South Wales) mengidentifikasi penggunaan Load Reduction Instruction untuk mengurangi resiko kesulitan belajar terstruktur saat online. Dalam pembelajaran online, seringkali guru sulit dalam memantau pemahaman siswa. Load Reduction Instruction mampu membantu pembelajaran online agar lebih terstruktur, jelas dan membantu menyediakan feedback siswa secara on time untuk memantau pemahaman yang ada.
4. Menjaga motivasi siswa dalam belajar
Motivasi menjadi aspek yang penting diperhatikan dalam belajar. Motivasi mampu mendorong siswa untuk belajar. Dalam pembelajaran online, penting untuk tetap menjaga motivasi siswa. Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga motivasi siswa diantaranya dengan
- Menggunakan media interaktif atau game edukasi. Misalnya penggunaan quizziz, icebreaking, virtual field trip atau puzzle di kelas
- Menerapkan beragam metode dan model pembelajaran agar tidak membosankan. Misalnya penggunaan metode ceramah secara terus menerus tentu akan menimbulkan rasa bosan pada siswa. Gunakan variasi model atau metode pembelajaran lainnya seperti project based learning atau problem based learning yang dipadukan dengan diskusi kelompok. Hal ini juga dapat membuat siswa lebih berinteraksi satu sama lain dibandingkan hanya mendengarkan ceramah saja.
- Memberikan feedback positif atau tambahan penjelasan dalam setiap pembelajaran. Collis (1998) menyebutkan pola komunikasi antar guru dan siswa harus fleksibel. Siswa dapat bertanya dan mendapatkan respon dari guru sesuai kebutuhannya. Hal ini juga berlaku dalam kelas online.
5. Membangun kelas interaktif

Penting bagi guru untuk membuat kelas yang interaktif meskipun dilaksanakan secara online. Siswa harus tetap aktif dalam pembelajaran meskipun tanpa kegiatan tatap muka secara langsung. Milheim (1995) menyebutkan kelas online interaktif dapat meningkatkan potensi kualitas pembelajaran daring karena membangun iklim terbangunnya pembelajaran koperatif, kolaborasi siswa dan guru maupun aktivitas berpikir kritis. Lalu bagaimana meningkatkan interaktifitas tersebut? Muirhead’s (1999) dalam penelitiannya mendapatkan beberapa tips untuk meningkatkan interaktifitas dalam kelas dari siswa. Tips tersebut yaitu melalui diskusi mingguan, membuat projek grup, sesi chating yang dilaksanakan rutin, menerapkan aktivitas student centered learning meskipun online dan membangun kontak personal dengan guru agar siswa lebih dekat.
Itulah beberapa tips untuk kelas online bagi guru yang dapat diterapkan. Beberapa tips tersebut dapat membuat pembelajaran dalam kelas online yang lebih menyenangkan serta tetap menjaga pemahaman siswa dalam belajar.
Referensi Collis, B. (1998). New didactics for university instruction: Why and how? Computers & Education, 31 (4), 373-393 Milheim, W. D. (1995). Interactivity and computer-based instruction. Journal of Educational Technology Systems, 24 (3), 225-233. Muirhead, B. (1999). Attitudes toward interactivity in a graduate distance education program: A qualitative analysis, Parkland, FL: Dissertation.com.
